Pages

Kamis, 07 November 2013

Mangampu di ulaon Mangapuli/Pasahat Hata Togar-togar

Perlu kita pahami bersama bahwa mangampu pada dasarnya adalah menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang sudah datang memberikan penghiburan (dukungan moril) kepada keluarga yang ditinggalkan.
Berdasarkan panuturion ni angka natua-tua, maka ketika mangampu tidak perlu panjang-lebar, just strike to the point. Contoh mangampu:
Di hamu sude namanghaholongi hami, maulitae godang ma hupasahat hami di haroromu na pasahat hata apul-apul, hata togar-togar. Anggiatma antong  marhite hata nauli hata togar-togar dohot pangidoanmuna tu Amanta Debata, dipargogoi hami jala dipasaut angka pangidoanta i hombar tu lomo ni rohaNa. Asa on pe dohonon nami ma songon nidok ni natua-tua:
Aek marjullak-jullak sian tonga-tonga ni batu
Jullak-jullak nai bahenon tu tabu tabu laho boanon tujabu
Hata nauli hata togar-togar naung pinasahat mu tu hami
Ampuon nami ma i antong martonga ni jabu.

Asa mardangka ma inna jabi-jabi marbulung ia situlan
Sude angka pangidoanta marhite tangiangnta saluhut na mai di pasaut Tuhan.

Naung sampulu pitu jumadi sampulu ualu
Saluhut hata nauli naung pinasahat mu tu hami, hu ampu hami ma i antong martonga ni jabu.
Botima, mauliate ma, songon i ma pangampuon sian hami.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Berita Duka Cita


Telah dipanggil Tuhan kita : Darwin Nahampun, SH, Abang dari S.Horasman Nahampun, SE, dan Rensus Nahampun, di Palangkaraya pada tgl 15 Oktober 2013 pukul 01.00 Wib, akibat Kecelakaan dan dibawa ke Medan, serta dimakamkan di Simalingkar B tgl 17 Oktober 2013, semoga semua keluarga diberi ketabahan dan kekuatan, Amin.

Rabu, 18 September 2013

Kidung Jemaat untuk Handphone Nokia (Java)

Kali ini saya bagikan Kidung Jemaat untuk Handphone Nokia ( Java )
Silahkan download file jar disini.......

Cara download seperti biasa tinggal skip add sampai ketemu file downloadnya...hilangin tanda centang di bawahnya, semoga bermanfaat untuk kita semua, amin.

Buku Ende HKBP untuk Handphone Nokia ( Java )

Bagi yang membutuhkan Buku Ende HKBP untuk Handphone Nokia (Java) silahkan download disini.......

cara download skip add sampai ketemu link download....dan jangan lupa hiangin tanda centang di bawahnya, terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Perbedaan Nahampun dan Anak Ampun Atau Nakampun???

Sering sekali terdapat kebingungan, manakah yang benar, Anak Ampun/Nahampun/Nakampun? Apakah ada perbedaan antara Nahampun, Anak Ampun, Nakampun? Kebingungan ini seharusnya tidak perlu terjadi, terlebih-terlebih bagi mereka yang memiliki marga ini. Ini hanya masalah pengucapan/bahasa saja. Pengucapan dan penulisan marga-marga Pakpak memang ada sedikit kesulitan bagi sub etnis Batak lainnya. Hal ini tidak hanya terjadi pada keturunan Nahampun, akan tetapi hampir semua marga Pakpak. 
Misalnya  : 
Haloho/Kaloko, 
Barutu/Berutu/Brutu, 
Habeahan/Kabeaken, , 
Tumanggor atau Tumangger, 
Limbong/Lembèng, dan masih banyak lagi.

Berita Duka Cita


Pada tanggal 28 Agustus 2013 pukul 23.00 telah dipanggil Tuhan kita Baritson Nahampun (Bp. Ruru) berasal dari Gaman, umur 46 tahun, dimakamkan tanggal 30 Agustus 2013 di TPU Pondok Kelapa, semoga keluarga diberi kekutan dan ketabahan Amin.

Selasa, 27 Agustus 2013

Silsilah Dan Asal Usul Marga-Marga Batak dari Si Raja Batak

Silsilah Dan Asal Usul Marga-Marga Batak dari Si Raja Batak 

Budaya :  Horas…Somba marhula hula, Manat mardongan tubu, Elek marboru..

Berikut adalah silsilah marga-marga batak yang berasal dari Si Raja Batak,selamat bingung.

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu :
1. GURU TATEA BULAN.
2. RAJA ISOMBAON.GURU TATEA BULAN
Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :
- Putra :
a. SI RAJA BIAK-BIAK, pergi ke daerah Aceh.
b. TUAN SARIBURAJA.
c. LIMBONG MULANA.
d. SAGALA RAJA.
e. MALAU RAJA.
- Putri :
1. SI BORU PAREME, kawin dengan TUAN SARIBURAJA.
2. SI BORU ANTING SABUNGAN, kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON.
3. SI BORU BIDING LAUT, juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA.
4. SI BORU NAN TINJO, tidak kawin (banci).
TATEA BULAN artinya “TERTAYANG BULAN” = “TERTATANG BULAN”.
RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON) RAJA ISOMBAON artinya RAJA YANG DISEMBAH. Isombaon kata dasarnya somba (sembah).
Semua keturunan SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar :
a. Golongan TATEA BULAN = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA = MARGA LONTUNG.
b. Golongan ISOMBAON = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga GOLONGAN BORU = MARGA SUMBA.
Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera SI SINGAMANGARAJA), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan SI RAJA BATAK.
SARIBURAJA dan Marga-marga Keturunannya SARIBURAJA adalah nama putra kedua dari GURU TATEA BULAN. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama SI BORU PAREME dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis).
Mula-mula SARIBURAJA kawin dengan NAI MARGIRING LAUT, yang melahirkan putra bernama RAJA IBORBORON (BORBOR). Tetapi kemudian SI BORU PAREME menggoda abangnya SARIBURAJA, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.
Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu LIMBONG MULANA, SAGALA RAJA, dan MALAU RAJA, maka ketiga bersaudara tersebut sepakat untuk membunuh SARIBURAJA. Akibatnya SARIBURAJA menyelamatkan diri dan pergi mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan SI BORU PAREME yang sedang dalam keadaan hamil.
Ketika SI BORU PAREME hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, Tetapi di hutan tersebut SARIBURAJA kebetulan bertemu kembali dengan SI BORU PAREME.
SARIBURAJA datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi “istrinya” di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan SI BORU PAREME di dalam hutan. SI BORU PAREME kemudian melahirkan seorang putra yang diberi nama SI RAJA LONTUNG.
Dari istrinya sang harimau, SARIBURAJA memperoleh seorang putra yang diberi nama SI RAJA BABIAT. Di kemudian hari SI RAJA BABIAT mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga BAYOANGIN, karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya.
SARIBURAJA kemudian berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus. SI RAJA LONTUNG, Putra pertama dari TUAN SARIBURAJA. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu :
- Putra :
a. TUAN SITUMORANG, keturunannya bermarga SITUMORANG.
b. SINAGA RAJA, keturunannya bermarga SINAGA.
c. PANDIANGAN, keturunannya bermarga PANDIANGAN.
d. TOGA NAINGGOLAN, keturunannya bermarga NAINGGOLAN.
e. SIMATUPANG, keturunannya bermarga SIMATUPANG.
f. ARITONANG, keturunannya bermarga ARITONANG.
g. SIREGAR, keturunannya bermarga SIREGAR.
- Putri :
a. SI BORU ANAKPANDAN, kawin dengan TOGA SIHOMBING.
b. SI BORU PANGGABEAN, kawin dengan TOGA SIMAMORA.
Karena semua putra dan putri dari SI RAJA LONTUNG berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama LONTUNG SI SIA MARINA, PASIA BORUNA SIHOMBING SIMAMORA. SI SIA
MARINA = SEMBILAN SATU IBU.
Dari keturunan SITUMORANG, lahir marga-marga cabang LUMBAN PANDE, LUMBAN NAHOR, SUHUTNIHUTA, SIRINGORINGO,
SITOHANG, RUMAPEA, PADANG, SOLIN.
Dari keturunan SINAGA, lahir marga-marga cabang SIMANJORANG, SIMANDALAHI, BARUTU. Dari keturunan PANDIANGAN, lahir
marga-marga cabang SAMOSIR, GULTOM, PAKPAHAN, SIDARI, SITINJAK, HARIANJA.
Dari keturunan NAINGGOLAN, lahir marga-marga cabang RUMAHOMBAR, PARHUSIP, BATUBARA, LUMBAN TUNGKUP, LUMBAN SIANTAR, HUTABALIAN, LUMBAN RAJA, PUSUK, BUATON, NAHULAE.
Dari keturunan SIMATUPANG lahir marga-marga cabang
TOGATOROP (SITOGATOROP), SIANTURI, SIBURIAN.
Dari keturunan ARITONANG, lahir marga-marga cabang OMPU SUNGGU, RAJAGUKGUK, SIMAREMARE.
Dari keturunan SIREGAR, lahir marga-marga cabang SILO, DONGARAN, SILALI, SIAGIAN, RITONGA, SORMIN.
SI RAJA BORBOR Putra kedua dari TUAN SARIBURAJA, dilahirkan
oleh NAI MARGIRING LAUT. Semua keturunannya disebut marga BORBOR. Cucu RAJA BORBOR yang bernama DATU TALADIBABANA (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :
1. DATU DALU (SAHANGMAIMA), Keturunan DATU DALU melahirkan marga-marga berikut :
a. PASARIBU, BATUBARA, HABEAHAN, BONDAR, GORAT.
b. TINENDANG, TANGKAR.
c. MATONDANG.
d. SARUKSUK.
e. TARIHORAN.
f. PARAPAT.
g. RANGKUTI.
2. SIPAHUTAR, keturunannya bermarga SIPAHUTAR.
3. HARAHAP, keturunannya bermarga HARAHAP.
4. TANJUNG, keturunannya bermarga TANJUNG.
5. DATU PULUNGAN, keturunannya bermarga PULUNGAN.
6. SIMARGOLANG, keturunannya bermarga SIMARGOLANG.
Keturunan DATU PULUNGAN melahirkan marga-marga LUBIS dan HUTASUHUT. LIMBONG MULANA dan Marga-marga Keturunannya LIMBONG MULANA adalah putra ketiga dari GURU TATEA BULAN. Keturunannya bermarga LIMBONG. Dia mempunyai 2 orang putra, yaitu PALU ONGGANG dan LANGGAT LIMBONG.
Putra dari LANGGAT LIMBONG ada 3 orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga SIHOLE dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga HABEAHAN. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu LIMBONG.
SAGALA RAJA Putra keempat dari GURU TATEA BULAN. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga SAGALA.
LAU RAJA dan Marga-marga Keturunannya LAU RAJA adalah putra kelima dari GURU TATEA BULAN. Keturunannya bermarga MALAU. Dia mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. PASE RAJA, keturunannya bermarga PASE.
b. AMBARITA, keturunannya bermarga AMBARITA.
c. GURNING, keturunannya bermarga GURNING.
d. LAMBE RAJA, keturunannya bermarga LAMBE. Salah seorang keturunan LAU RAJA diberi nama MANIK RAJA, yang kemudian menjadi asal-usul lahirnya marga MANIK.
TUAN SORIMANGARAJA dan Marga-marga KeturunannyaTUAN SORIMANGARAJA adalah putra pertama dari RAJA ISOMBAON. Dari ketiga putra RAJA ISOMBAON, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :
a. SI BORU ANTING MALELA (NAI RASAON), putri dari GURU TATEA BULAN.
b. SI BORU BIDING LAUT (NAI AMBATON), juga putri dari GURU TATEA BULAN.
c. SI BORU SANGGUL HAOMASAN (NAI SUANON).
SI BORU ANTING MALELA melahirkan putra yang bernama TUAN SORBA DJULU (OMPU RAJA NABOLON), gelar NAI AMBATON.
SI BORU BIDING LAUT melahirkan putra yang bernama TUAN SORBA DIJAE (RAJA MANGARERAK), gelar NAI RASAON.
SI BORU SANGGUL HAOMASAN melahirkan putra yang bernama TUAN SORBADIBANUA, gelar NAI SUANON.
NAI AMBATON (TUAN SORBA DJULU / OMPU RAJA NABOLON) Nama (gelar) putra sulung TUAN SORIMANGARAJA lahir dari istri pertamanya yang bernama NAI AMBATON. Nama sebenarnya adalah OMPU RAJA NABOLON, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga NAI AMBATON menurut nama ibu leluhurnya.NAI AMBATON mempunyai 4 orang putra, yaitu :
a. SIMBOLON TUA, keturunannya bermarga SIMBOLON.
b. TAMBA TUA, keturunannya bermarga TAMBA.
c. SARAGI TUA, keturunannya bermarga SARAGI.
d. MUNTE TUA, keturunannya bermarga MUNTE (MUNTE, NAI MUNTE, atau DALIMUNTE). Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung) :
a. Dari SIMBOLON : TINAMBUNAN, TUMANGGOR, MAHARAJA, TURUTAN, NAHAMPUN, PINAYUNGAN. Juga marga-marga BERAMPU dan PASI.
b. Dari TAMBA : SIALLAGAN, TOMOK, SIDABUTAR, SIJABAT, GUSAR, SIADARI, SIDABOLAK, RUMAHORBO, NAPITU.
c. Dari SARAGI : SIMALANGO, SAING, SIMARMATA, NADEAK, SIDABUNGKE.
d. Dari MUNTE : SITANGGANG, MANIHURUK, SIDAURUK, TURNIP, SITIO, SIGALINGGING.
Keterangan lain mengatakan bahwa NAI AMBATON mempunyai 2 orang putra, yaitu SIMBOLON TUA dan SIGALINGGING.
SIMBOLON TUA mempunyai 5 orang putra, yaitu SIMBOLON, TAMBA, SARAGI, MUNTE, dan NAHAMPUN. Walaupun keturunan NAI AMBATON sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antar sesama marga keturunan NAI AMBATON.
Catatan mengenai OMPU BADA, menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung, OMPU BADA tersebut adalah keturunan NAI AMBATON pada sundut kesepuluh.Menurut keterangan dari salah seorang keturunan OMPU BADA (MPU BADA) bermarga GAJAH, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut :
a. MPU BADA ialah asal-usul dari marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, dan BARASA.
b. Keenam marga tersebut dinamai SIENEMKODIN (Enem = enam, Kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan MPU BADA pun dinamai SIENEMKODIN.
c. MPU BADA bukan keturunan NAI AMBATON, juga bukan keturunan SI RAJA BATAK dari Pusuk Buhit.
d. Lama sebelum SI RAJA BATAK bermukim di Pusuk Buhit, OMPU BADA telah ada di tanah Dairi. Keturunan MPU BADA merupakan ahli-ahli yang trampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.
e. Keturunan MPU BADA menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah Dairi dan Tapanuli bagian barat.
NAI RASAON (RAJA MANGARERAK) : nama (gelar) putra kedua dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri kedua TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI RASAON. Nama sebenarnya ialah RAJA MANGARERAK, tetapi hingga sekarang semua keturunan RAJA MANGARERAK lebih sering dinamai orang NAI RASAON. RAJA MANGARERAK mempunyai 2 orang putra, yaitu RAJA MARDOPANG dan RAJA MANGATUR.
Ada 4 marga pokok dari keturunan RAJA MANGARERAK :
a. Dari RAJA MARDOPANG, menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga SITORUS, SIRAIT, dan BUTAR BUTAR.
b. Dari RAJA MANGATUR, menurut nama putranya, TOGA MANURUNG, lahir marga MANURUNG. Marga PANE adalah marga cabang dari SITORUS.
NAI SUANON (TUAN SORBADIBANUA) : nama (gelar) putra ketiga dari TUAN SORIMANGARAJA, lahir dari istri ketiga TUAN SORIMANGARAJA yang bernama NAI SUANON. Nama sebenarnya
ialah TUAN SORBADIBANUA, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai TUAN SORBADIBANUA. TUAN SORBADIBANUA mempunyai 2 orang istri dan memperoleh 8 orang putra. Dari istri pertama (putri SARIBURAJA) :
a. SI BAGOT NI POHAN, keturunannya bermarga POHAN.
b. SI PAET TUA.
c. SI LAHI SABUNGAN, keturunannya bermarga SILALAHI.
d. SI RAJA OLOAN.
e. SI RAJA HUTA LIMA. Dari istri kedua (BORU SIBASOPAET, putri Mojopahit) :
a. SI RAJA SUMBA.
b. SI RAJA SOBU.
c. TOGA NAIPOSPOS, keturunannya bermarga NAIPOSPOS. Keluarga TUAN SORBADIBANUA bermukim di Lobu Parserahan – Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, TUAN SORBADIBANUA menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata SI RAJA HUTA LIMA terkena oleh lembing SI RAJA SOBU. Hal tersebut
mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh TUAN SORBADIBANUA. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang 3 orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki gunung Dolok Tolong sebelah barat.
Keturunan TUAN SORBADIBANUA berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.
Keturunan SI BAGOT NI POHAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. TAMPUBOLON, BARIMBING, SILAEN.
b. SIAHAAN, SIMANJUNTAK, HUTAGAOL, NASUTION.
c. PANJAITAN, SIAGIAN, SILITONGA, SIANIPAR, PARDOSI.
d. SIMANGUNSONG, MARPAUNG, NAPITUPULU, PARDEDE.
Keturunan SI PAET TUA melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. HUTAHAEAN, HUTAJULU, ARUAN.
b. SIBARANI, SIBUEA, SARUMPAET.
c. PANGARIBUAN, HUTAPEA
Keturunan SI LAHI SABUNGAN melahirkan marga dan marga cabang berikut :
a. SIHALOHO.
b. SITUNGKIR, SIPANGKAR, SIPAYUNG.
c. SIRUMASONDI, RUMASINGAP, DEPARI.
d. SIDABUTAR.
e. SIDABARIBA, SOLIA.
f. SIDEBANG, BOLIALA.
g. PINTUBATU, SIGIRO.
h. TAMBUN (TAMBUNAN), DOLOKSARIBU, SINURAT, NAIBORHU, NADAPDAP, PAGARAJI, SUNGE, BARUARA, LUMBAN PEA, LUMBAN GAOL.
Keturunan SI RAJA OLOAN melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. NAIBAHO, UJUNG, BINTANG, MANIK, ANGKAT, HUTADIRI, SINAMO, CAPA.
b. SIHOTANG, HASUGIAN, MATANIARI, LINGGA, MANIK.
c. BANGKARA.
d. SINAMBELA, DAIRI.
e. SIHITE, SILEANG.
f. SIMANULLANG.
Keturunan SI RAJA HUTA LIMA melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. MAHA.
b. SAMBO.
c. PARDOSI, SEMBIRING MELIALA.
Keturunan SI RAJA SUMBA melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. SIMAMORA, RAMBE, PURBA, MANALU, DEBATARAJA, GIRSANG, TAMBAK, SIBORO.
b. SIHOMBING, SILABAN, LUMBAN TORUAN, NABABAN, HUTASOIT, SITINDAON, BINJORI.
Keturunan SI RAJA SOBU melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. SITOMPUL.
b. HASIBUAN, HUTABARAT, PANGGABEAN, HUTAGALUNG, HUTATORUAN, SIMORANGKIR, HUTAPEA, LUMBAN TOBING, MISMIS.
Keturunan TOGA NAIPOSPOS melahirkan marga dan marga cabang berikut:
a. MARBUN, LUMBAN BATU, BANJARNAHOR, LUMBAN GAOL, MEHA, MUNGKUR, SARAAN.
b. SIBAGARIANG, HUTAURUK, SIMANUNGKALIT, SITUMEANG.
***DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)
Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga
dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga). Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut: “Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang; Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan”, artinya: “Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput; Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji”. Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:
a. MARBUN dengan SIHOTANG.
b. PANJAITAN dengan MANULLANG.
c. TAMPUBOLON dengan SITOMPUL.
d. SITORUS dengan HUTAJULU – HUTAHAEAN – ARUAN.
e. NAHAMPUN dengan SITUMORANG.
CATATAN TAMBAHAN:
1. Selain PANE, marga-marga cabang lainnya dari SITORUS adalah BOLTOK dan DORI.
2. Marga-marga PANJAITAN, SILITONGA, SIANIPAR, SIAGIAN, dan PARDOSI tergabung dalan suatu punguan (perkumpulan) yang bernama TUAN DIBANGARNA.
Menurut yang saya ketahui, dahulu antar seluruh marga TUAN DIBANGARNA ini tidak boleh saling kawin. Tetapi entah kapan ada perjanjian khusus antara marga SIAGIAN dan PANJAITAN, bahwa sejak saat itu antar mereka (kedua marga itu) boleh saling kawin.
3. Marga SIMORANGKIR adalah salah satu marga cabang dari PANGGABEAN. Marga-marga cabang lainnya adalah LUMBAN RATUS dan LUMBAN SIAGIAN.
4. Marga PANJAITAN selain mempunyai ikatan janji (padan) dengan marga SIMANULLANG, juga dengan marga-marga SINAMBELA dan SIBUEA.
5. Marga SIMANJUNTAK terbagi 2, yaitu HORBOJOLO dan HORBOPUDI. Hubungan antara kedua marga cabang ini tidaklah harmonis alias bermusuhan selama bertahun-tahun, bahkan sampai sekarang. (mereka yang masih bermusuhan sering dikecam oleh batak lainnya dan dianggap batak bodoh)
6. TAMPUBOLON mempunyai putra-putra yang bernama BARIMBING, SILAEN, dan si kembar LUMBAN ATAS & SIBULELE. Nama-nama dari mereka tersebut menjadi nama-nama marga cabang dari TAMPUBOLON (sebagaimana biasanya cara pemberian nama marga cabang pada marga-marga lainnya).
7. Pada umumnya, jika seorang mengatakan bahwa dia bermarga SIAGIAN, maka itu adalah SIAGIAN yang termasuk TUAN DIBANGARNA, jadi bukan SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari SIREGAR ataupun LUMBAN SIAGIAN yang merupakan marga cabang dari PANGGABEAN. Selanjutnya biasanya marga SIAGIAN dari TUAN DIBANGARNA akan bertarombo kembali menanyakan asalnya dan nomor keturunan. Kebetulan saya marga SIAGIAN dari PARPAGALOTE.
8. Marga SIREGAR, selain terdapat di suku Batak Toba, juga terdapat di suku Batak Angkola (Mandailing). Yang di Batak Toba biasa disebut “Siregar Utara”, sedangkan yang di Batak Angkola (Mandailing) biasa disebut “Siregar Selatan”.
9. Marga-marga TENDANG, BUNUREA, MANIK, BERINGIN, GAJAH, BARASA, NAHAMPUN, TUMANGGOR, ANGKAT, BINTANG, TINAMBUNAN, TINENDANG, BARUTU, HUTADIRI, MATANIARI, PADANG, SIHOTANG, dan SOLIN juga terdapat di suku Batak Pakpak (Dairi).
10. Di suku Batak Pakpak (Dairi) terdapat beberapa padanan marga yaitu:
a. BUNUREA disebut juga BANUREA.
b. TUMANGGOR disebut juga TUMANGGER.
c. BARUTU disebut juga BERUTU.
d. HUTADIRI disebut juga KUDADIRI.
e. MATANIARI disebut juga MATAHARI.
f. SIHOTANG disebut juga SIKETANG.
11. Marga SEMBIRING MELIALA juga terdapat di suku Batak Karo. SEMBIRING adalah marga induknya, sedangkan MELIALA adalah salah satu marga cabangnya.
12. Marga DEPARI juga terdapat di suku Batak Karo. Marga tersebut juga merupakan salah satu marga cabang dari SEMBIRING.
13. Jangan keliru (bedakan):
a. SITOHANG dengan SIHOTANG.
b. SIADARI dengan SIDARI.
c. BUTAR BUTAR dengan SIDABUTAR.
d. SARAGI (Batak Toba) tanpa huruf abjad “H” dengan SARAGIH (Batak Simalungun) ada huruf abjad “H”.
14. Entah kebetulan atau barangkali memang ada kaitannya, marga LIMBONG juga terdapat di suku Toraja di pulau Sulawesi.
15. Marga PURBA juga terdapat di suku Batak Simalungun.
Mauliate godang, Horas………

Sumber : buku “Kamus Budaya Batak Toba” karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987.

Senin, 22 Juli 2013

Alkitab untuk Windows

Alkitab untuk Nokia

Alkitab untuk Nokia download disini..

Jumat, 28 Juni 2013

Parna (Pomparan ni si Raja Naiambaton)

Pomparan ni si Raja Naiambaton biasa disingkat menjadi PARNA, yaitu marga-marga yang dipercayai sebagai keturunan dari Raja Naiambaton yang karenanya tidak boleh menikah satu dengan yang lainnya. Hal ini dipertegas dalam tulisan-tulisan pustaha Batak yang berbunyi “Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru” dalam bahasa Batak Toba, yang dapat diartikan dengan ”Keturunan Raja Naiambaton adalah sama-sama pemilik putra dan putri,” yang dalam arti lebih luas lagi dapat diartikan bahwa ”Putra-putri keturunan marga-marga Naiambaton tidak boleh menikah satu sama lain.”
Raja NaiambatonSatu tulisan menyatakan bahwa Raja Naiambaton merupakan keturunan keenam dari Raja Batak, seperti berikut: Raja Batak memperanakkan Guru Tateabulan, memperanakkan Raja Isumbaon, memperanakkan Tuan Sorimangaraja, memperanakkan Raja Asiasi, memperanakkan Sangkaisomalindang, dan memperanakkan Raja NaiambatonMarga-marga Parna
Terdapat perbedaan pada jumlah marga yang masuk dalam kelompok Parna ini, hal ini disebabkan karena adat kebudayaan Batak yang dapat menggunakan marga leluhur, percabangan marga kakek, ayah, atau bahkan percabangan marga baru. Tetapi walau berbeda marga, semuanya mengaku dipersatukan oleh ucapan di atas (“Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru”).
Adapun marga-marga batak yang termasuk dalam Pomparan Ni Raja Nai Ambaton (PARNA) yaitu:
1. Bancin ( sigalingging )
2. Banurea ( sigalingging )
3. Boangmenalu ( sigalingging)
4. Brampu ( sigalingging )
5. Brasa ( sigalingging )
6. Bringin ( sigalingging )
7. Dalimunthe
8. Gajah ( sigalingging )
9. Garingging ( sigalingging )
10. Ginting Baho
11. Ginting Beras
12. Ginting Capa
13. Ginting Guruputih
14. Ginting Jadibata
15. Ginting jawak
16. Ginting manik
17. Ginting Munthe
18. Ginting Pase
19. Ginting Sinisuka
20. Ginting Sugihen
21. Ginting Tumangger
22. Haro
23. Kombih (sigalingging )
24. Maharaja
25. Manik Kecupak (sigalingging)
26. Munte
27. Nadeak
28. Nahampun
29. Napitu
30. Pasi
31. Pinayungan (sigalingging ? )
32. Rumahorbo
33. Saing
34. Saraan (sigalingging )
35. Saragih Dajawak
36. Saragih Damunte
37. Saragih Dasalak
38. Saragih Sumbayak
39. Saragih Siadari
40. Siallagan
41. Siambaton
42. Sidabalok
43. Sidabungke
44. Sidabutar
45. Saragih Sidauruk
46. Saragih Garingging
47. Saragih Sijabat
48. Simalango
49. Simanihuruk
50. Simarmata
51. Simbolon Altong
52. Simbolon Hapotan
53. Simbolon Pande
54. Simbolon Panihai
55. Simbolon Suhut Nihuta
56. Simbolon Tuan
57. Sitanggang Bau
58. Sitanggang Gusar
59. Sitanggang Lipan
60. Sitanggang Silo
61. Sitanggang Upar Par Rangin Na 8 ( sigalingging )
62. Sitio
63. Tamba
64. Tinambunan
65. Tumanggor
66. Turnip
67. Turuten

Dekimianlah Sekilas tentang PARNA dan Tarombonya..

Sumber : Ompung Google.

Selasa, 25 Juni 2013

Perbedaan Umpasa dan Umpama Batak.

UMPASA ima songon pantun (Hata parjolo patorangkon hata parpudi) alai sasintongna hata pasu-pasu doi songon tangiang asa pasauton ni Amanta Debata, ai ganup namanghatahon Umpasa (pasu-pasu) ingkon tongtong do diakui dibagasan rohana na Debata do silehon pasu-pasu.

Contoh :

1. Bintang ma narumiris tu ombun nasumorop,
Anak pe riris boru pe torop.
2. Tubu ma hariara diholang-holang ni huta, dakkanai tanggo pinarait-aithon,
Tubu ma di hamu anak na marsahala dohot boru namartua, sitongka panahit-nahiton.
3. Turtu ma ninna anduhur Tio ma ninna lote,
Hata nauli nadenggan naung dipasahat hamu
Sai unang ma muba unang mose.
4. Si titik ma si gompa, Golang golang pangarahutna,
Tung songon on pe sipanganon na tupa di jolonta on,
Sai godang ma pinasuna.
5. Jolo tinittip sanggar
Umbahen huru-huruan,
Jolo sinungkun marga
Asa binoto partuturan.
6. Napuran tano-tano
Rangging marsiranggongan,
Tung pe badanta padao-dao
Tondinta ma marsigomgoman.
7. Tubu ma halosi di dolok ni Pintu batu,
Hami do na mangulosi Debata ma na mamasu-masu
8. Sahat sahat di solu ma
Sai sahat ma tu bontean,
Nunga sahat hita mangolu
Sai sahat ma tupanggabean. Sedangkan

UMPAMA ima hata tudosan hampir mirip tu Falsafah ni natua-tua.
Molo mandok Umpama unang hata (isi) ni Umpasa didok jala sebalikna molo mandok Umpasa unang ma hatani Umpama didok, asa taparrohahon ma i molo mandok Umpama manang Umpasa.

Contohna :
1. Hotang binebe-bebe, hotang ni pulos-pulos
Unang hamu mandele ai godang do tudos-tudos.
2. Dangka do dupang, Amak do rere
Ama do tulang, Anak do nang ibebere.
3. Sinuan bulu sibahen nalas, Sinuan uhum sibahen nahoras.
4. Manuk ni pealangge hotek-hotek laho marpira,
Nasirang marale-ale lobian namaten ina.
5. Pago-pago taruge pauk-pauk hudali
Angka nasala pianuli, angka na denggan niulahi.
Rumah Adat Batak
Rumah Adat Batak
Umpama dan umpasa merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan orang Batak, terutama dalam kegiatan adat. Umpama dalam bahasa Indonesia berarti perumpamaan dan untuk umpasa berarti peribahasa. Penggunaan umpasa dan umpama ini adalah tergantung kepada konteks kegiatan yang dilakukan, ada umpasa untuk orang menikah, ada umpasa untuk orang meninggal, ada umpasa untuk paradaton, dan yang lainnya.
Sedangkan untuk umpama dibuat untuk mengungkapkan sesuatu hal dalam bentuk kata yang lain, atau untuk menghaluskan seperti penggunaan perumpamaan pada bahasa Indonesia.

Contohnya:
sigaor dodak = rese halakna, orangnya ribut
sijogal ulu = tangkang, jugul, keras kepala
Berikut beberapa contoh umpasa yang digunakan dalam adat (paradaton) orang Batak:
Hotang binebebebe
Hotang pinoluspolus
Unang hamu mandele
Ai godang do tudos-tudos
Bintang na rumiris, ombun na sumorop..
Anak pe riris… boru pe torop…..
Pinatikkon ni hujur ma inna sahat ma tu topian
Sai tudia pe hita mangalakka, sai tusi ma dapot parasian
Habang pidong sibigo, paihut-ihut bulan,
Saluhut angka na tapangido, sai tibu ma dipasaut Tuhan.
Dekke ni sale-sale, dengke ni Simamora,
Tamba ni nagabe, sai tibu ma hamu mamora.
Mangula ma pangula, dipasae duhut-duhut
Molo burju do hita marTuhan, dipadao mara marsundut-sundut
Bulung namartampuk, bulung ni simarlasuna,
Nunga hujalo hami tintin marangkup,
Hot pe jabu i, tong doi margulang-gulang
Sian dia pe mangalap boru bere i, tong doi boru ni Tulang.
Sai tong doi lubang nangpe dihukkupi rere,
Sai tong doi boru ni Tulang, manang boru ni ise pei dialap bere.
Amak do rere, dakka do dupang,
Anak do bere, Amang do Tulang.
Asing do huta Hullang, asing muse do huta Gunung Tua,
Asing do molo tulang, asing muse do molo gabe dung simatua.
bintang narumiris
ombun nasumorop
anak pe riris
boru pe tung torop
Umpama dan umpasa diatas hanya sebagian kecil masih dari banyaknya umpama dan umpasa yang digunakan dalam kehidupan dan paradaton orang Batak. Biasanya umpasa yang dibuat mengandung suatu maksud tertentu, seperti pada bahasa Indonesia, baris pertama dan kedua merupakan sampiran dan baris ke tiga dan empat adalah isinya atau maksud dari umpasa tersebut.
Tep tep di ninna mula ni godang
Ser ser do ninna mula tortor
Sungkun mula ni uhun
Sise mula ni hata, d.u.
Danggur ma danggur barat
Danggur tu duhut duhut
Nunga bosur hita na mangan
Mahap marlompan juhut
Ba boaboana dipaboa amanta suhut
Sai jolo ninangnang do asa ninungnung
Sai jolo pinangan do asa sinungkun
Dia ma nuaeng langkatna dia ma unokna
Dia ma hatana dia nidokna
Taringot tu sipanganon, godang sibutong-butong, otik sipir ni tondi
Pamurnas ma i tu pamatangamuna, saudara tu bohi
Sititi ma sihompa golang-golang pangarahutna
Tung sadia pe i nuaeng, tung godang ma pinasuna.
Binanga ni Sihombing, na binongkak ni Tarabunga,
Tu sanggar ma amporik, tu lubang ma satua,
Sinur ma pinahan, gabe na niula.
Bona ni aek puli di dolok ni sitapongan.
Sai tubu ma di hamu angka na uli
Sai lam tamba manang pansamotan
Ranting ni bulu duri jait masijaotan
Siangkup ni na uli, dia ma nuaeng sitaringotan
Pitu lilina paualu jugiana
Na uli do nipina ala dijangkon borumuna do anaknami
(Na uli do nipinami, ala gohanmuna ma gajutnami)
Ndang tuktuhan batu, dakdahan simbora
Ndang tuturan datu, ajaran na marroha
Pat ni gaja do hamu tu pat ni hora
Anak ni raja do hamu, pahompu ni na mora
Barita ni lampedang na solot di bulung bira
Barita ni raja i sahat/targebe do rodi dia.
Lubuk sigura-gura denggan do panjalaan
Nunga sai mangigil hula-hula, olat ni na boi ba tinambaan.
Sinuan bulu sibahen na las, sinuan partuuturon sibahen na horas
Durung do boru, tomburan hula-hula
Ingkon do porsanon ni boru, siporsanon ni hula-hula
Nidurung pora-pora ala so adong be sibahut
Naeng mangarupi ninna roha, hape so ada isi ni hajut.
Hudali ni pangula sinimpan dipara-para
Molo nioloan hata ni hula-hula sai dao ma nasa mara
Sai manumpak ma tondimu, manuai sahalamu,
Jala sai mamasu-masu ma Tuhanta Debata
Sai lam tamba di hami pansamotan asa adong bahenonnami
Manubut nubut rohamu hula-hulanami.
Pusuk ni jabi jabi tu bulung ni simarlasuna
Tung otik pe sinamot na husombahon hami,
Sai godang ma pinasuna.
Lasiak na rata binahen tu panutuan
Raja pe na raja, sai suhut do sibahen putusan.
Bagot na marhalto ma na tubu di robean
Horas ma hami na manganhon,
Suang songon i ma nang mahu na mangalean.
Tangkas ma ninna uju purba, tumangkas ma uju angkola
Tangkas ma na maduma, ba tumangkas ma na mamora.

Kumpulan Umpasa Batak

Umpasa Batak di na laho marsirang

Lagu mp3 batak marsirang adong, umpasa halak batak di na laho marsirang tong do adong, songonon ma akka umpasa batak na lao marsirang :

Pidong sitapitapi, habang diatas hauma
Horas ma hamu na hupaborhat hami
Horas hami na tininggalhonmuna

Dolok ni Panampahan, tondongkon ni Tarabunga
Sai horas ma hamu dipardalanan songoni dung sahat tu inganan muna

Tombak ni Sipinggan di dolok ni Sitapongan
Di dia pe hita tinggal, sai tong ma hita masihaholongan

Eme sitambatua parlinggoman ni siborok
Amanta Debata do silehon tua, sai luhutna ma hita diparorot

Mangerbang bungabunga, ditiur ni mata ni ari
Selamat jalan ma dihamuna, selamat tinggal ma di hami

Umpasa Batak Mangadopi natua tua

Umpasa Batak sidohonon molo dohot iba mangadopi natua tua na manjalo sipanganon sian angka anakkonna

Andor halumpang ma togutogu ni lombu dohot togutogu ni horbo laho tu Lapogambiri
Sai saur ma hamu leleng mangolu paihutihut pahompu sahat tu na marnono dohot marnini

Tinpu bulung ni sabi nibutbut pinaspashon
I dope na tarpatupa hami ba i ma jolo tahalashon

Hata sian undangan tu natuatua i:Polta bulan i Ama ni Manggule: Ro nuaeng angka pomparanmu mamboan sipanganon ba dohot hami mauliate

Tubu ma singkoru di dolok ni Simamora
Sai torop ma anak dohot boru na basa jala sisubut roha

Tubu dingindingin jonok tu simartolu
Horas ma tondi madingin pir tondi matogu
Sai ro ma nipi na uli sai leleng hamu mangolu
Haliangan ni nono dohot nini raphon anak dohot boru

Hata ni undangan tu ianakkon na mamboan sipanganon :Binolus Purbatua laho tu Parsingkaman
Naburju marnatuatua ingkon sai dapotan pandaraman
Laho pe ibana mangula sai na dao ma parmaraan
Sai dapotsa na niluluan sai jumpang na jinalahan

Taringot di sipanganon na binoanmuna tu natuatua i :
Disi do gandina, disi do nang gandona
Disi do daina disi do nang tabona
Sirsir ansimna jala hona dohot asomna

Asa dohonon nami ma :
Bagot na marhalto ma di ladang ni Panggabean
Horas ma hami na manganhon, lam martamba sinadongan di hamu na mangalean

Ia siula tano do hamu ba on ma dohononnami :
Binanga ni Sihombing binongkak ni Purbatua
Tu sanggar ma amporik tu lombang ma satua
Sai sinur ma pinahan gabe na niula

Molo partigatiga do hamu ba on ma dohonon namu :
Tinampul bulung bira bahen saong laho tu ladang
Sai mangomo ma hamu sian tigatiga ba sai maruntung ma sian dagang

Molo tung sipata rugi hamu ba sai dapot nian nidok ni umpasa :
Soban rantingranting soban ni Sijamapolang
Ba molo rugi hamu sian antinganting, ba sai mangomo ma sian golang

Molo pegawai do hamu ba on ma dohonon nami :
Tinapu bulung salaon dongan ni bulung si tulan
Ba sai naek pangkat ma hamu ganup taon, sai tamba gaji tiap bulan

Molo adong di hamu na so hot ripe dope on ma dohonon nami:
Parik ni Lubutua hatubuan ni bulu duri
Na burju marnatuatua sai ingkon dapotan rongkap na uli

Baangkup ni i :
Molo adong disi hulingkuling sai adong ma disi holiholi
Molo adong disi na so muli sai adong do rongkap ni i naso mangoli

Sahatsahat ni solu ma sahat di rondang ni bulan
Sai leleng ma hamu mangolu jala sai dipasupasu Tuhan

Umpasa Batak Tingki Mangapuli

Umpasa Batak Tingki Mangapuli

Jotjot do tadok : Tua na so taraithon, Soro ni ari na so tarhaishon

Alai dumenggan do dohonon umpasa on :
Ramba ni Sipoholon marduhutduhut sitata
Las ni roha dohot sitaonon sude do i sian Amanta Debata
Asa :
Hau ni Gunungtua, dangkana madaguldagul
Tibu ma dilehon Tuhanta dihamu tua, jala tibu hamu diapulapul

Poltak bulan tula, binsar ia mata ni ari
Tibu ma ro tu hamu soritua, singkat ni sori ni ari

Angkup ni i :
Hotang binebebebe, hotang pinilospulos
Unang iba mandele, ai godang do tudostudos

Tamba muse :
Hotang benebebebe, hotang ni Siringkiron
Unang iba mandele, ai godang dope sihirimon

On pe :
Dolok ni Simalungun ma tu dolok ni simamora
Sai salpu ma angka na lungun, hatop ma ro silas ni roha

Selasa, 28 Mei 2013

SEJARAH & SILSILAH NAHAMPUN

Untuk mengetahui cerita tentang asal-usul Marga Si Onom Hudon dan untuk menyamakan persepsi diantara kalangan Pomparan Si Onom Hudon serta untuk informasi bagi Generasi Penerus, maka di bawah ini tertera urutan/bagan silsilah dari Simbolon yang biasa disebut Op. Bolon, hingga ke adanya Marga-marga Si Onom Hudon.
Keterangan dan Silsilah ini telah beberapa kali dikonfirmasikan dan didiskusikan dengan beberapa tokoh/natua-tua dari Simbolon yang ada di Jakarta dan akan diupayakan untuk  berlanjut terus di kemudian hari pada setiap kesempatan. untuk mencari informasi-informasi baru yang barangkali masih ada.

KETERANGAN LIHAT BAGAN :

Mulai dari Tuan Nahoda Raja I turun-temurun : Tuan Rading Nabolon - Tuan Mula ni Jolma - Tuan Rading ni Huta - Tuan Mula ni Huta - Tuan Nahoda Raja II - Op. Batu Holing.

 


    CERITA I. Menurut cerita dari orang-orang tua, bahwa anak pertama dan anak keempat dari Op. Batu Holing yaitu :   Tuan  Simbolon dan Tuan Seul sama-sama pergi meninggalkan Samosir dan mereka berpisah di Dolok Sanggul, Tuan Seul pergi ke daerah Barus, dan Tuan Simbolon pergi ke Dairi - ke Dolok Sirintua Huta Si Onom Hudon, Parlilitan.
      CERITA II. Beberapa Natua-tua memprediksi bahwa anak kelima dari Op. Holing yaitu Tuan Lobe (Tuan Pusuk) lah yang pergi ke Dairi - ke Dolok Sirintua- Huta Si onom hudon dengan alasan bahwa Tuan Lobe juga bergelar sebagai Pusuk dan kebetulan di Daerah Kecamatan Parlilitan terdapat juga nama Kampung yang bernama PUSUK.
        KESIMPULAN :

                 Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan secara berdasarkan cerita yang didapat dari orang tua-tua di kampung di bona pasogit, juga dari keterangan-keterangan dan data-data yang terhimpun di Jakarta maupun dari pihak Simbolon, maka Punguan Si Onom Hudon JABODETABEK bersepakat mengambil kesimpulan bahwa Tuan Simbolon atau juga disebut Simbolon Tuanlah yang pergi ke Dairi - ke Dolok Sirintua, Huta Si Onom Hudon, sebagai asal muasal atau leluhur dari Si Onom Hudon, seperti tertulis pada cerita Pertama I diatas, sama persis seperti yang dikatakan orang tua kita di kampung di Bona Pasogit.

        Pengecualian :
                Jika dikemudian hari ada bukti baru yang konkrit yang menyatakan lain, harap beri masukan di komentar, dan barang tentu akan  ditinjau dan di musyawarahkan secara bersama.
        Sekian dan terima kasih.
          


         

        SILSILAH DAN TAROMBO NAHAMPUN







        Demikianlah Silsilah Tarombo Marga Nahampun....apabila ada yang salah akan dikoreksi secepatnya.....

        Senin, 20 Mei 2013

        JUMLAH ANGGOTA PUNGUAN POMPARAN NAHAMPUN BORU BERE SEJABODETABEK

        Saat ini jumlah anggota sebagai berikut :
        1. NAHAMPUN                                              53 Kepala Keluarga
        2. Anakampun                                                     1 KK
        3. BORU                                                       32 Kepala Keluarga.
        4. BERE                                                       ?????????????????  
        5. JUMLAH                                                   85 Kepala Keluarga
        6. ANGGOTA AKTIF                                      40 KK SISANYA KEMANA??? 
        7. Arisan Tgl 19 Mei 2013 Tambah 2 KK          42 KK....Sekarang.
               

          TUGU NAHAMPUN ANAKAMPUN BORU LIMBONG




          PEARAJA - PARLILITAN