Pages

Selasa, 28 Mei 2013

SEJARAH & SILSILAH NAHAMPUN

Untuk mengetahui cerita tentang asal-usul Marga Si Onom Hudon dan untuk menyamakan persepsi diantara kalangan Pomparan Si Onom Hudon serta untuk informasi bagi Generasi Penerus, maka di bawah ini tertera urutan/bagan silsilah dari Simbolon yang biasa disebut Op. Bolon, hingga ke adanya Marga-marga Si Onom Hudon.
Keterangan dan Silsilah ini telah beberapa kali dikonfirmasikan dan didiskusikan dengan beberapa tokoh/natua-tua dari Simbolon yang ada di Jakarta dan akan diupayakan untuk  berlanjut terus di kemudian hari pada setiap kesempatan. untuk mencari informasi-informasi baru yang barangkali masih ada.

KETERANGAN LIHAT BAGAN :

Mulai dari Tuan Nahoda Raja I turun-temurun : Tuan Rading Nabolon - Tuan Mula ni Jolma - Tuan Rading ni Huta - Tuan Mula ni Huta - Tuan Nahoda Raja II - Op. Batu Holing.

 


    CERITA I. Menurut cerita dari orang-orang tua, bahwa anak pertama dan anak keempat dari Op. Batu Holing yaitu :   Tuan  Simbolon dan Tuan Seul sama-sama pergi meninggalkan Samosir dan mereka berpisah di Dolok Sanggul, Tuan Seul pergi ke daerah Barus, dan Tuan Simbolon pergi ke Dairi - ke Dolok Sirintua Huta Si Onom Hudon, Parlilitan.
      CERITA II. Beberapa Natua-tua memprediksi bahwa anak kelima dari Op. Holing yaitu Tuan Lobe (Tuan Pusuk) lah yang pergi ke Dairi - ke Dolok Sirintua- Huta Si onom hudon dengan alasan bahwa Tuan Lobe juga bergelar sebagai Pusuk dan kebetulan di Daerah Kecamatan Parlilitan terdapat juga nama Kampung yang bernama PUSUK.
        KESIMPULAN :

                 Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan secara berdasarkan cerita yang didapat dari orang tua-tua di kampung di bona pasogit, juga dari keterangan-keterangan dan data-data yang terhimpun di Jakarta maupun dari pihak Simbolon, maka Punguan Si Onom Hudon JABODETABEK bersepakat mengambil kesimpulan bahwa Tuan Simbolon atau juga disebut Simbolon Tuanlah yang pergi ke Dairi - ke Dolok Sirintua, Huta Si Onom Hudon, sebagai asal muasal atau leluhur dari Si Onom Hudon, seperti tertulis pada cerita Pertama I diatas, sama persis seperti yang dikatakan orang tua kita di kampung di Bona Pasogit.

        Pengecualian :
                Jika dikemudian hari ada bukti baru yang konkrit yang menyatakan lain, harap beri masukan di komentar, dan barang tentu akan  ditinjau dan di musyawarahkan secara bersama.
        Sekian dan terima kasih.
          


         

        0 komentar:

        Posting Komentar